Selasa, 06 Oktober 2015

Forwarding DNS Server

Seperti yang telah kita ketahui, apabila kita mempunyai sebuah usaha yaitu penyedia jasa internet, seperti RT/RW Net, Internet Cafe (Warnet), atau bisa juga sebagai administrator jaringan di sebuah perusahaan. Maka sesuai dengan peraturan pemerintah atau juga kebijakan dari masing-masing pengelola untuk melakukan filtering akses dari situs-situs yang mengandung unsur SARA, Pornografi, dan situs yang memiliki konten 'negatif'.
Nah, untuk membuat sebuah 'Internet Positif' kita akan melakukan konfigurasi pada router gateway dengan menambahkan DNS Server yang memiliki Content Filtering, seperti DNS Nawala, Comodo Secure DNS, Norton ConnectSafe DNS. Namun seiring dengan perkembangan informasi teknologi, para pengguna internet pun juga tidak ketinggalan untuk update. Sebagian pengguna internet mencari cara untuk menembus dari 'Internet Positif'. Salah satunya dengan mengganti alamat DNS yang telah tersetting di perangkat si pengguna menggunakan alamat DNS tanpa Content Filtering.
Untuk mengatasi hal ini kita bisa menerapkan Forwarding DNS Server atau dengan kata lain kita 'memaksa' pengguna internet untuk melakukan resolve DNS ke DNS Server kita walaupun di perangkat si pengguna disetting dengan DNS Server yang lain. Sebelumnya kita harus melakukan konfigurasi pada DNS Sever di Mikrotik dan pastikan opsi “Allow Remote Request” dicentang. Hal ini dilakukan supaya IP Address yang ada pada interface Router selain untuk gateway juga bisa dijadikan sebagai alamat DNS Server bagi client.
Dalam membuat Forwarding DNS Server caranya pun cukup mudah. Kita bisa memanfaatkan fitur Firewall-NAT pada MikroTik. 


Untuk script rulenya adalah sebagai berikut:

Pada /ip firewall nat 

add chain=dstnat action=dst-nat to-addresses=192.168.1.1 to-ports=53 protocol=tcp dst-port=53

add chain=dstnat action=dst-nat to-addresses=192.168.1.1 to-ports=53 protocol=udp dst-port=53

Jadi rule ini akan meredirect semua trafik yang resolve DNS (port 53) menuju ke DNS Server lokal kita. Pastikan untuk menempatkan rule tersebut diurutan paling atas.

DNS Static

Kita juga bisa melakukan kombinasi antara rule firewall NAT dengan fitur 'DNS Static' untuk membuat filtering akses suatu alamat website. Fitur tersebut juga terdapat pada Menu /ip DNS. Untuk konfigurasinya pun juga cukup mudah. Pilih pada tombol command 'Static' kemudian 'Add (+)' dan tentukan DNS Static Entry. Misal, kali ini kita akan filtering akses dari situswww.youtube.com.



Kita juga bisa menentukan dimana situs tersebut akan di-redirect pada parameter 'Address', apakah ke halaman website yang lain atau ke mesin web server local. Dan bisa juga di-redirect ke localhost dari client yang mengakses halaman web itu sendiri.
Nah, sebagai contoh disini kita akan me-redirect ke localhost (127.0.0.1). Karena disini kita menggunakan perangkat client yang juga terinstall webserver maka kita bisa melakukan modifikasi pada tampilan halaman webserver. Apabila kita mengakses halaman www.youtube.com maka akan tampil seperti berikut. 

Konfigurasi OpenVPN di MikroTik

Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang OpenVPN yang ada di Mikrotik dan bagaimana cara melakukan konfigurasinya. Dalam banyak topik dan forum dimana para pengguna Mikrotik membicarakan tentang OpenVPN dan rata-rata hampir 90% mereka memiliki kendala dalam menjalankan atau bagaimana melakukan instalasi OpenVPN yang benar.
Apakah itu OpenVPN ? 
OpenVPN merupakan salah satu tipe VPN untuk interkoneksi jaringan lokal yang memanfaatkan jaringan public (WAN/Internet) dengan komunikasi yang bersifat secure. VPN ini biasa digunakan ketika dibutuhkan keamanan data yang tinggi. Secara default, OpenVPN menggunakan UDP port 1194 dan dibutuhkan certificate pada masing-masing perangkat untuk bisa terkoneksi. Untuk client compatibility, OpenVPN bisa dibangun hampir pada semua Operating System dengan bantuan aplikasi pihak ketiga. OpenVPN menggunakan algoritma sha1 dan md5 untuk proses autentikasi, dan menggunakan beberapa chiper yaitu blowfish128, aes128, aes192 dan aes256. Trafik yang melewati tunnel OpenVPN akan mengalami overhead ± 16%.
Konfigurasi OpenVPN
Untuk contoh kasus, kita akan mencoba menghubungkan dua network menggunakan OpenVPN. Masing-masing network memiliki 1 buah router untuk gateway utama.
Pertama, untuk meningkatkan keamanan dari koneksi OpenVPN ini, kita akan menambahkan sertifikat pada server dan juga client. Langkah-langkah pembuatan sertifikat bisa dilihat di artikel sebelumnya disini.
Setelah kita membuat sertifikat, kita akan mengaktifkan terlebih dahuluOpenVPN Server pada router gateway utama di 'Kantor A'. Pilih menuPPP → pada Tab Interface klik pada tombol Command OVPN Server. Kemudian untuk mengaktifkan OpenVPN Server centang opsi Enabled. Kita tambahkan juga sertifikat untuk koneksi OpenVPN di 'Kantor A' sebagaiOVPN Server pada parameter 'Certificate' seperti tampilan berikut.
 
Sebagaimana koneksi VPN yang lain kita juga akan membuat 'PPP secret' untuk dial koneksi dari OVPN Client. Konfigurasi dari PPP Secret adalah seperti tampilan berikut. 

Untuk lebih memudahkan dalam improvisasi setting, pada OpenVPN Serverkita akan membuat sebuah interface static untuk OpenVPN secara manual. Sebenarnya apabila kita tidak membuat interface tersebut, router akan membuat interface OpenVPN secara dinamic oleh router pada saat koneksi OpenVPN terbentuk. Namun interface tersebut akan hilang jika koneksi terputus.
Adapun cara membuatnya pilih menu PPP → Interfaces → Add [ + ] → OpenVPN Server Binding. Dan isikan pada parameter yang dibutuhkan sesuai tampilan gambar berikut. Untuk parameter 'User' isikan sesuai dengan nama di PPP Secret yang telah kita buat. 


Selanjutnya kita akan melakukan konfigurasi untuk 'Kantor B' sebagaiOpenVPN Client. Kita pilih pada menu PPP → Interfaces → Add [ + ] → OVPN Client. Kemudian isikan masing-masing parameter seperti pada tampilan berikut.

Apabila OpenVPN berhasil terkoneksi maka kita bisa melihat pada routerOpenVPN Server di menu PPP → Active Conections. Disitu akan tertampil informasi dari perangkat client yang berhasil terkoneksi ke OpenVPN Server.

Kemudian untuk menghubungkan LAN antara 'Kantor A' dan 'Kantor B' melalui koneksi OpenVPN, kita bisa menambahkan pengaturan routing. Seperti pada gambar topologi diatas diketahui bahwa  LAN untuk 'Kantor A' adalah 172.16.1.1/24 dan untuk 'Kantor B' adalah 172.31.1.1/24. Contoh rule routingnya adalah sebagai berikut:
KANTOR A
/ip route
add distance=1 dst-address=172.31.1.0/24 gateway=openVPN

  

KANTOR B
/ip route
add distance=1 dst-address=172.16.1.0/24 gateway=ovpn-out

Senin, 05 Oktober 2015

Membuat Voucher Hotspot di Userman


Apabila kita pergi ke cafe atau 'Warung Internet' dan ingin akses internet dengan layanan hotspot, kita akan diminta untuk membeli voucher. Pada voucher tersebut biasanya tertulis seperti 'Username', 'Password', 'Harga', 'Quota/Durasi Waktu'. Nah, lalu bagaimana cara membuat voucher tersebut?

Mikrotik telah menyediakan sebuah sistem aplikasi yang mana digunakan untuk melakukan manajemen user dari layanan hotspot. Sistem aplikasi seperti yang sering kita dengar yaitu User Manager. Sistem aplikasi ini merupakan web based dan terintegrasi dengan fitur Radius yang ada di Router Mikrotik. Salah satu kelebihan dari sistem aplikasi ini adalah kita bisa men-generate voucher hotspot secara otomatis sesuai dengan data user yang ada pada list di UserManager. Untuk konfigurasi User Manager sudah kita bahas di artikel sebelumnya pada 'Tips & Trik'.

Pada pembahasan kali ini kita akan lebih memfokuskan bagaimana cara men-generate voucher hotspot dan juga memodifikasi tampilan dari voucher tersebut. Dalam membuat voucher hotspot sebetulnya cukup mudah. Pertama, kita masuk ke menu 'Users' pada User Manager, kemudian pilih akun mana yang akan di cetak dalam voucher. Selanjutnya klik Generate > Vouchers. 

Kita bisa menentukan apakah hasil dari voucher tadi akan disimpan dalam bentuk file atau langsung di tampilkan pada halaman web browser. Jika kita ingin menyimpan dalam bentuk file kita centang opsi 'Download as File'. Pada contoh kali ini kita akan langsung menampilkan voucher pada halaman web browser. Selanjutnya klik pada tombol 'Generate'. Secara otomatis akan ditampilkan sebuah voucher yang berisi informasi standart dari sistem. 

 


Modifikasi Tampilan Voucher Hotspot 


Kita juga bisa melakukan editing terhadap tampilan standart dari voucher hotspot tersebut sesuai dengan yang kita inginkan. Untuk mengubah tampilan tersebut, kita masuk pada menu 'Settings' pilih pada TabTemplate. Jangan lupa untuk menetukan parameter 'Name = Vouchers'. Nah, disini kita akan melakukan editing script yang digunakan untuk men-generate voucher. Karena menggunakan script HTML, setidaknya kita telah familiar dengan bahasa HTML. 

 

Ada sebuah parameter khusus dari User Manager yang bisa di aplikasikan dengan bahasa HTML yang nantinya secara otomatis akan menampilkan informasi data dari akun user seperti pada konfigurasi di user profile. Parameter tersebut dikenal sebagai Character Constants.
Untuk parameter yang kita gunakan pada contoh pembahasan kali ini yaitu,

%u_username% : Username
%u_password% : Password
%u_actualProfileName%
  : Nama User Profile
%u_moneyPaid% : Harga dari voucher

Masih banyak Character Constants yang dapat digunakan untuk membuat informasi data secara otomatis. Kita bisa melihatnya pada link berikut.

Nah, contoh tampilan voucher yang telah kita buat seperti di bawah ini. 

  

Cara Menjalankan SVR Proxynet Jika Internet Lola (Loading Lama)


Jalankan aplikasi putty configuration.
Kemudian ketikkan Ip addressnya.
Masukkan User & Passwordnya. kemudian enter
Kemudian ketikkan reboot maka system akan kembali Normal.

Senin, 16 Juni 2014

Sharing Data Komputer Server to Client

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

* Klik kanan pada file dokument atau local disk yang akan di sharingkan untuk client agar bisa terlihat data file penuh .
Terlihat dengan gambar sebagai berikut :


* Kemudian di centangkan share this folder on the network  & allow network users.
Terlihat dengan gambar sebagai berikut :

* Untuk melihat hasil dari Sharing Servernya, kita kemudian dari komputer clientnya bisa di lihat seperti gambar seperti berikut :